Showing posts with label hope. Show all posts
Showing posts with label hope. Show all posts

Saturday, 15 September 2012

Hope for A Miracle

Percaya keajaiban? Waktu kecil, aku sangat mempercayainya. Beranjak dewasa, kepercayaan itu sedikit luntur karena orang-orang di sekelilingku terus-menerus memaksaku untuk realistis. Mereka bilang, "Cobalah kamu lebih menjejakkan kamu di bumi. Jangan terbang terus..." Alhasil, suatu ketika aku terbangun dan kehilangan keajaiban mimpi.

Tapi sekarang ini. aku mau percaya lagi. Aku mau terbang lagi, aku mau berjuang lagi. Aku mau percaya kalau mimpi bisa jadi nyata dan tidak ada yang mustahil. Aku mau terus mengakrabi Tuhan yang baik, dan belajar membaca tanda-tanda.

Saat ini, aku sangat ingin berkata pada Tuhan, "Tuhan, aku tahu aku sudah sering meminta. Tapi kali ini izinkan aku benar-benar meminta kesempatan yang satu ini karena aku sangat membutuhkannya. Kamu tahu, berkali-kali Kamu membuatku jatuh, tapi aku masih saja tidak berhenti percaya. Dan sekarang, seperti yang sudah-sudah, aku tetap ingin percaya kalau Kamu akan menjadikan ini nyata. Kali ini aku ingin berhenti diuji..."

Thursday, 30 August 2012

Kalau Saja...

Sambil menikmati segelas besar susu cokelat hangat, aku tiba-tiba berimajinasi. Kita bisa menciptakan surga di seluruh dunia sekarang, saat ini juga, tidak perlu menunggu bertemu ajal, kalau saja setiap manusia di seluruh dunia ini suka...

1. Tersenyum :)

Senyum yang tulus. Bukan rahasia lagi, senyum adalah obat, dan senyum itu menular.  Ditambah lagi, senyum itu gratis. Jadi, sudahkah kita tersenyum hari ini?


2. Menyapa

Basa-basi sekalipun, selama itu dilakukan dengan hati dan niat yang tulus, efeknya akan terasa menyenangkan bagi orang lain. Orang lain akan merasakan empati kita, dan tidak akan ada orang yang merasa sendirian di dunia.

3. Berpelukan

Bahkan di beberapa negara ada banyak gerakan free hug. Dengan berpelukan, kecurigaan kita berkurang. Kita menjadi lebih intim, dan merasa nyaman karena memiliki seseorang.


Ketika semua manusia merasa mengenal sesamanya, berbagi kasih sayang, berbagi kebahagiaan, tidak akan ada waktu untuk perang, perpecahan, diskriminasi, atau konflik ini-itu. 

Aku merindukan dunia dimana aku bisa hidup bebas tanpa perlu setiap waktu ditanya, diperiksa, dan bahkan dipertimbangkan apakah kamu itu Muslim, Kristiani, Budhis, penganut Hindu, penganut Konfusius, atheis, agnostik, Cina, Melayu, Kaukasia, Negro, kaya, ataupun miskin.

Apakah harapan agar kerinduan itu terselesaikan terlalu muluk?