Showing posts with label list. Show all posts
Showing posts with label list. Show all posts

Tuesday, 4 September 2012

Belajar Bahasa

Dari kecil, aku selalu membayangkan pasti rasanya menyenangkan bisa menguasai berbagai bahasa di dunia ini. Sejak dulu, aku selalu merasa senang mendengar orang berbicara dalam berbagai bahasa. Terdengarnya merdu sekali. :D

Sampai sekarang, mimpi untuk menguasai berbagai bahasa itu belum sepenuhya terwujud. Maklum... (sok) sibuk... *ups

Tapi, kalau diberi kesempatan, aku mau mempelajari bahasa:

1. Perancis




Sejak dulu, bahasa Perancis selalu terdengar sexy dengan sengau-sengaunya itu. Selain itu, aku memang selalu ingin ke Perancis, kalau bisa tinggal di sana. Bisa repot kalau nggak bisa bicara bahasa Perancis, karena sebagian besar orang Perancis masih tidak mau bicara dalam bahasa lain selain bahasa mereka, sekalipun mereka bisa berbahasa Inggris misalnya. Comment allez vous? ^.^

2. Italia











Una brutta! Jangan ditiru ucapan yang satu ini. Ini adalah salah satu makian dalam bahasa Itali. Artinya, silakan cari sendiri. :)
Tapi dari dulu rasanya menarik bisa melihat orang Italia berbahasa tidak hanya dengan mulut mereka, tetapi dengan seluruh tubuh mereka. Italiano kebanyakan memang sangat ekspresif. Great!

3. Mandarin









Kalau yang ini kewajiban. Huhu... Malu kalau nggak bisa. Sampai sekarang belum terlalu fasih. Kalau orang ngomong, aku ngerti. Tapi kalau disuruh jawab, melipir ah... Hehe... 對我說你最愛的故事... (ceritakan padaku cerita favoritmu) :)

4. Latin











Bahasa ini adalah bahasa yang digunakan di gereja. Aku nggak tahu saat ini masih ada atau nggak orang yang menggunakan bahasa ini sebagai bahasa percakapan sehari-hari. =.=a
Tapi dari dulu, bahasa Latin ini punya makna penting untukku. Rasanya bahasa Latin itu sangat indah. Meski bacanya sedikit pusing... Ad maiorem dei gloriam!

5. Korea









An nyeong ha se yo... Kalau yang satu ini, korban dorama Korea. Hahaha... Kayaknya enak banget lihat orang-orang Korea sampai monyong-monyong kalau ngomong. Kawai... *loh? Kawai itu kan bahasa Jepang. =.=a

Aku harap suatu saat bisa menguasai semua bahasa itu. Kalau bisa ditambah sama yang lain. Yang jelas, sekarang aku mau mulai dengan bahasa Perancis dan Latin! Semangat! Hahaha... Doakan ya...


Friday, 3 August 2012

Rasa Takut Memanusiawikan Kita

Semua orang pasti punya rasa takut. Karena, semua orang diciptakan dengan rasa takut. Bedanya, tidak semua orang cukup berani untuk mengakui bahwa dia takut. Takut pada sesuatu, maupun seseorang.

Di postingan ini, aku ingin membuat pengakuan mengenai beberapa rasa takutku. And they are...

1. Ketinggian



Iya, aku mengidap acrophobia. Sejak jatuh dari atas pagar sewaktu sedang bermain saat kecil, aku jadi takut ketinggian.
Bahayanya, salah satu obsesiku adalah bisa berdiri di atas Puncah Mahameru, tanah tertinggi di Pulau Jawa. Bisa dibayangkan bagaimana repotnya nanti kalau fobia ini tidak bisa sembuh?

2. Kecoak

Untuk hewan yang satu ini, no comment.

3. Parno kalau naik eskalator


OK, cupu memang. Tapi ini serius, jujur. Masih berhubungan sama takut ketinggian, aku suka parno kalau naik eskalator sendirian. Apalagi kalau eskalatornya itu terasa goncangan mesinnya. Sampai taraf takut yang akut memang tidak, tapi cukuplah bikin jantung deg-degan.

Di samping ketiga hal yang sudah aku sebutkan sebelumnya, masih ada takut kehilangan, takut mengecewakan, takut menyakiti orang, takut membuat khawatir, dan beberapa rasa takut lainnya. Beberapa ada yang sudah tidak terlalu gawat lagi, beberapa ada yang masih butuh dikendalikan. Setidaknya, sekarang aku sudah mau mengakuinya.

Banyak orang takut mengakui rasa takutnya. Alasannya, takut dianggap lemah. Malu, apalagi kalau rasa takutnya mungkin bisa digolongkan aneh atau sepele. Tapi menurutku rasa takut itu sebenarnya baik. 

Dengan rasa takut, kita menjadi sungguh-sungguh manusia. Dengan rasa takut, kita diingatkan untuk tidak sombong. Dengan rasa takut, kita terpacu untuk berbuat lebih baik. Takut menjadikan kita manusiawi. Aku tidak percaya kalau ada orang yang sama sekali tidak punya rasa takut. Omong kosong.

Permasalahannya adalah, apakah kita mau atau tidak untuk mengakui rasa takut tersebut. Terkadang, rasa takut menjadi lebih mudah dihadapi ketika kita mengakui dan menerimanya sebagai bagian dari diri kita.

Friday, 27 July 2012

My Childhood Book

Baru-baru ini mamaku bilang aku udah terlalu banyak punya buku. Terlalu sering beli buku. Hm, is she right? *nengok rak buku di sebelah, menghela napas. Ingat rak buku yang di rumah, ngelus dada. :p

Dari kecil, aku memang suka baca buku. Ngemilnya, buku (selain choki-choki dan wafer). Kalau dapat reward gara-gara ranking, mintanya nggak pernah yang lain selain buku. Kalau pergi jauh kemana-mana, yang harus dibawa selain boneka kesayangan adalah buku. Dan itu jadi kebiasaan sampai sekarang. Kalau pergi jauh kemana-mana, kadang ransel penuhnya bukan gara-gara baju, tetapi gara-gara buku. =.=

Setiap malam sebelum tidur, yang aku minta bukan segelas susu. Ritual sebelum tidur waktu kecil adalah aku yang sudah mengenakan piyama, berlari ke kamar dan naik ke tempat tidur sambil membawa buku cerita atau majalah Bobo, dan minta dibacakan cerita oleh mama.

Jadi sepertinya buku dan aku memang sudah nggak bisa dipisahkan.

Aku jadi ingat. Ada tiga buku yang jadi favorit aku semasa kecil. 

1. Lima Sekawan - Enid Blyton


Ini mungkin adalah buku novel pertamaku. Aku mendapatkannya dari papa, dan yang aku punya adalah edisi yang sama persis dengan gambar yang aku pasang di atas, meski tanpa cover. Maklum, buku warisan. Tapi sejak baca buku ini, aku jadi ketagihan baca seri Lima Sekawan yang lain. Sekarang, aku cukup puas dengan versi digitalnya. Gosh, thanks to ebook... ^^

Yang pasti buku ini menceritakan tentang kisah petualang empat orang anak. Julian, Dicky, Anne, dan Georg(ina). Tentang petualangan mereka, dan bagaimana mereka selalu bertemu dengan misteri-misteri. O ya! Ada juga anjing George yang bernama Timmy yang selalu setia menemani petualangan keempat anak tersebut.


2. Mallory Towers- Enid Blyton

Masih dari Enid Blyton, setelah puas dengan seluruh seri Lima Sekawan yang ada di perpustakaan SDku, aku pindah ke Mallory Towers. Buku ini menceritakan tentang dinamika kehidupan para gadis remaja di sebuah sekolah asrama khusus perempuan. Mulai dari mereka masuk di tahun pertama, hingga mereka mencapai tahun terakhir. I love the last term... 

3. S.T.O.P - Stefan Wolf


Yang satu ini, nggak jauh berbeda sebenarnya dari Lima Sekawan. Masih soal detektif juga, hanya saja mereka memang sekelompok anak kuliahan yang membuat biro detektif kecil-kecilan.


Remember those three memmorables books, aku rasa nggak heran kalau sampai sekarang aku dan buku nggak bisa dipisahkan. Meski sekarang masih ada banyak buku dan ebook yang belum sempat terbaca, tetapi buku tetap soulmate. 

Ada yang punya buku favorit lain semasa kecil? :)

Thursday, 26 July 2012

Cita-Cita

Setiap orang pasti memiliki cita-citanya masing-masing. Dan sejak kecil, cita-citaku sudah berulang-kali ganti. Aku rasa kebanyakan orang juga mengalaminya

Since I was a little girl, I've been a dreamer. 

"Mama.... Aku mau terbang Mama..."
Seingatku aku mulai memiliki cita-cita ketika berusia 3 atau 4 tahunan. Sejak itu, keinginanku beberapa kali loncat dari satu profesi ke profesi yang lain. And they are...

1. Guru

Yeah, aku pernah ingin menjadi guru ketika melihat guru-guru TK ku yang begitu menyenangkan dan begitu dicintai anak-anak. Ketahanan cita-cita ini gagal. Bahkan sekarang aku sama sekali menghindari kemungkinan untuk menjadi seorang guru. Takut karma karena sering jailin dan gosipin guru-guru SD, SMP, dan SMA. :D
So sorry...


2. Dokter

Profesi satu ini gugur setelah aku pergi ke rumah sakit. Nggak pernah suka pergi ke rumah sakit. ;(

3. Tukang parkir
Unyu sekali Bapak ini.... 
Seriously, umur 4 tahun aku pernah bilang ke Papa di mobil dalam perjalanan ke sekolah. "Papa... Bapak tukang parkirnya enak ya... Uangnya banyak. Papa juga ngasih uang terus sama dia. Aku mau jadi tukang parkir..."
Waktu kecil aku masih matre. :p
Padahal pas itu uangnya paling dibeliin choki-choki sama susu. :D


4. Polwan
Iya loh... Aku pernah mau jadi polwan. Tapi begitu tahu rambutnya harus dipotong pendek terus, langsung mundur teratur. Yang maju cuma bibir, cemberut.


5. Pemandu wisata

Kelas 3 SD, kalau ditanya, "Kamu mau jadi apa?"
Pasti aku jawab jadi tour guide. Ini hasil dari dengar cerita Papa yang baru pulang wisata ke Eropa dan liat-liat buku promosi travel agent yagn dia  bawa.
Murah sekali motivasinya... :)


6. Komikus

Kelas 5 SD, aku mulai suka menggambar. Berambisi banget malah. Sering begadang cuma buat nyelesain satu atau dua gambar. Dan pada masa itu, impianku adalah bikin komik sendiri atau jadi animatornya Disney.
Dulu aku juga punya Wall of Art sendiri di kamar. Haha....
Dan kalau ada teman atau saudara yang masuk ke kamar, rasanya seolah jadi artis. :D


7. Penulis best seller

Ini udah memasukin masa-masa SMP. Menggambar udah ga jadi ambisi lagi, cuma hobi.
Aku udah kecebur di tinta dan jadi mabok sama tinta. *ups
Udah bisa cari uang dengan nulis, dan... impianku adalah nulis novel sendiri.
Sampai sekarang belum ada yang PD untuk diselesain, apalagi dikirimin ke penerbit.
Somedaylah...


8. Jurnalis

Inilah aku sekarang. Ingin menjadi jurnalis, apalagi bidang travel. Aku mau keliling dunia,melaporkan banyak hal, berinteraksi dengan berbagai orang, berbagai budaya, mencicipi sendiri berbagai makanan dari seluruh dunia. That's what I wanna be, journalist!


Bisa dilihat bagaimana transformasi cita-citaku mulai dari aku masih berkuncir dua dan berusia 3 tahun, sampai sekarang aku berusia 19 tahun dan sudah nggak pernah lagi dikuncir dua. 

Dan gonta-ganti cita-cita itu wajar kok, nggak masalah. Selama pada akhirnya kamu benar-benar tahu dan yakin profesi apa yang ingin kamu pilih. Tapi bukan berarti kamu nggak boleh konsisten. Konsisten tetap harus nomor 1.

When you find what you wanna do, then do it! Don't just dream it. 

Aku sering ngobrol dengan teman-temanku soal cita-cita. Berbagi cerita soal ingin jadi apa kita dulu saat kecil, hingga ingin jadi apa kita sekarang. That was a great momment. Why? Because, mereka tampak samgat berkilau ketika mereka tengah begitu bersemangat menceritakan impian masa depannya. Auranya selalu berhasil membuatku terpukau.

Tapi satu hal yang sering aku temui. Ada banyak orang dewasa, seumur atau mungkin lebih tua dariku, cita-citanya abstrak. Maksudnya, jenis cita-cita seperti ini:
  • ingin membanggakan orang tua
  • ingin berguna bagi nusa dan bangsa
  • ingin menjadi manusia berguna
  • etc


Sementara waktu kita kecil, kita mau jadi polisi, dokter, tentara, guru, atau yang lain. Kenapa ya? Apakah semakin bertambahnya usia seseorang, semakin rendah tingkah keoptimisannya? Apakah karena kita sudah terlalu banyak tahu tentang kehidupan? Sudah terlalu lama hidup? Ada yang bilang semakin kita tahu banyak tentang kehidupan, semakin kita tidak bahagia. Sebenarnya aku kurang setuju dengan pernyataan itu. Menurutku justru anak-anak kecillah yang benar-benar tahu bagaimana caranya 'hidup'. Lagipula, semakin banyak tahu tentang kehidupan bukan berarti merenggut kebahagiaan. Tergantung dari angle mana kita ingin meyakininya.

Tapi di atas semua itu, aku tetap ingin bilang bahwa bergonta-ganti cita-cita, mencari cita-cita, merupakan salah satu bagian dari proses hidup manusia. Mencari, it's OK. Tapi tetap harus punya konsistensi. Ketika kamu menemukan dan berhenti mencari, maka gelutilah, dan jadilah yang terbaik.

Banyak orang tidak menjalankan profesi yang mereka cintai. Banyak orang mengubur mimpinya. Aku harap, aku tidak menjadi salah satunya. Dan aku pastikan itu pada diriku sendiri.

Sunday, 22 July 2012

13 Songs That I Picked

Bukan bermaksud keBarat-baratan sehingga ketiga belas lagu yang aku pilih ini semuanya berbahasa Inggris. 

 Beberapa lagu ini sering menjadi temanku ketika jari-jemari ini menari di atas keboard. Beberapa menjadi stimulan ketika aku merasa putus asa. Ada lagu yang jujur, punya kenangan tersendiri. 

Just wanna share a little. Tidak bermaksud promosi, apalagi menuangkan masalah pribadi. 
So, here we go...

13. Cruisin - Sioen


You're looking around you are hasted
You're supervising my chief my heart is tikking, let it on
Looks like you're dying to say
But now you turn your head away
Get out and leave me, let it on

Lagu ditinggalkan yang sangat emosional, kalau yang ini 'dalem' kenangannya.


12. Bizzare Love Triangle - Frente


There's no sense in telling me
The wisdom of a fool won't set you free
But that's the way that it goes and it's what nobody knows
And everyday my confusion grows

Pertama terpesona dengan suara innocent Frente, berujung pada jatuh cinta dengan liriknya. Menurutku, cinta segitiga diungkapkan dengan indah, apa adanya, tetapi tetap 'nyelekit'.


11. Power of Love - Celine Dion


Cause I'm your lady... And you are my man
Whenever you reach for me. I'll do all that I can
We're heading for something
Somewhere I've never been
Sometimes I am frightened but I'm ready to learn
Of the power of love...

Well, ini adalah salah satu lagu yang aku inginkan ada di pernikahanku suatu hari nanti.



10. My Way - Frank Sinatra


And now, the end is here
And so I face the final curtain
My friend, I'll say it clear
I'll state my case, of which I'm certain
I've lived a life that's full
I traveled each and ev'ry highway
And more, much more than this, I did it my way...

Lagu ini ngajarin untuk memiliki keyakinan akan pilihan yang udah kita ambil dalam hidup kita. Jadul memang... But who cares?


9. Ordinary People


We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people...

Dengerin lagu ini sambil minum segelas besar cokelat hangat atau secangkir teh tawar sambil menatap ke luar jendela, membuatku merasa 'normal'.


8. Amazing Grace

Amazing grace... How sweet the sound
That saved a wretch like me
I once was lost, but now I'm found
Was blind, but now I see

Ada banyak versi lagu ini dan aku suka semuanya. Pertama mendengar lagu ini, aku nangis. *nyari-nyari sapu tangan

7. Breakaway


I'll spread my wing and I'll learn how to fly. I'll do what it takes til' I touch the sky. And I'll make a wish. Take a chance. Make a change. And breakaway

Ga perlu ditanya lagi. Lagu ini yang membuatku bangkit setelah jatuh lagi. Jatuh, bangkit, jatuh, dan terus bangkit lagi (sampai di sini kalimatku mulai mirip lirik lagu dangdut).


6. After the Rain


If I could bottled the smell of the wet land after the rain. I'd make it a perfume and send it to your house
...
If only I could find my way to the ocean
I'm already there with you
If somewhere down the line we will never get to meet
I'll always wait for you after the rain

Masih menunggu kiriman parfum beraroma hujan. :)


5. Jar of Hearts


Who do you think you are running 'round leaving scars, collecting your jar of hearts, and tearing love apart
You're gonna catch a cold from the ice inside your soul

Kalau habis ditinggalin, berhasil move on, and then that jerk begging to come back again, nyanyiin lagu ini buat dia!


4. Thousand Candles Lighted


Thousand flowers bloom and each flower is a hope
Let us be the people who bring a better tomorrow with strength and hope we cover it by love
Only with strength and hope we build a better tomorrow

Petikan gitarnya, suara Endahnya, lirik lagunya, memunculkan musim semi untuk harapan-harapan baru di hatiku. ')


3. A Thousand Years


how can I love when I'm afraid to fall
but watching you stand alone
all of my doubt suddenly goes away somehow

Lagu ini yang membuatku berani kembali mencintai seseorang. Menjadi lebih kuat dan menghilangkan keraguan.
Meksi sebenarnya belum pernah nonton satu pun film Twilight.


2. Disguise


I'm okay... I really am now
Just needed some times to figure things out
Not telling lies. I'll be honest with you
Still we don't know what's yet to come

Ini lagu yang nggak pernah bosan jadi stimulan semangat waktu lagi down. Dengerin lagu ini membuatku bisa dengan leganya berkata, "I'm okay..."


1. F**kin Perfect


Made a wrong turn, once or twice. Dug my way out, blood and fire. Bad decisions, that's alright. Welcome to my silly life. Mistreated, misplaced, misunderstood. Miss, no way it's all good, it didn't slow me down. Mistaken, always second guessing. Underestimated, look, I'm still around.

Terhitung baru suka sama lagu ini. Tapi lagu ini selalu sukses narik ujung bibir ke atas.
Senyum untuk dunia... :)