Showing posts with label ngaku-ngaku puisi. Show all posts
Showing posts with label ngaku-ngaku puisi. Show all posts

Wednesday, 19 September 2012

Malam Ini Aku Nakal Sekali

sebuah percakapan
pertukaran tulisan
berjam-jam penuh suara ketikan
akan berakhir kemana semua ini?

kita bicara seolah tidak ada apa-apa
bertukar kata seperti biasa
lama-lama semakin mesra
kamu buat aku insomnia

aku pikir malam ini
aku berpijak pada dua titian
satu pada kamu, satu pada dia
kamu yang usang, dia yang setia

mendung pergi tak jadi hujan menyiram bumi
mungkin ia malas melihat aku bermain hati
atau ia mengadu, membuat laporan
kalau malam ini aku nakal sekali

Saturday, 15 September 2012

Kisah yang Jatuh

Sebuah kisah luruh
Menjelma mengambil bentuk
Merasuk ke dalam tetesan hujan
Menyatu
Ia jatuh! Masa lalu penuh keluh
Kenapa tidak mampu memilikimu seluruh?

Hujan luka jatuh
Melukai tanah yang menerimanya dengan patuh
Kapan tanah pernah mengeluh?
Kala dicumbui hujan hingga penuh peluh

Kisah jatuh mengalir jauh
Ke sungai, ke laut, ke ujung matamu
Mentari esok hari menguapkan
Menjadikannya awan mendung yang siap jatuh
Siap melukai
Tidak, biarkan saja dia di sana

Tuesday, 11 September 2012

Penutup Malam

malam ini, biar ditutup dengan kata
mengantar bulan mengantuk
dalam tugas malamnya
kamu lihat bulan menguap tadi?
kalau tidak,
mungkin kita tidak melihat bulan pada sisi yang sama
kalau nanti ada angin mengetuk,
hampiri pelan-pelan dan buka jendela
sapa ia dengan senyum yang sopan
dan condongkanlah sebelah telinga
biarkan angin malam yang aku janji tidak akan nakal itu,
membisikkan pesan selamat tidur padamu
"selamat malam. tidur yang nyenyak Sayang..."
...
ah! jangan lupa selipkan satu senyuman sebelum terpejam

Sunday, 2 September 2012

Aku Sampaikan Melalui Pak Pos

kring-kring-kring
kamu dengar dering nyaring bel sepeda itu?
riang! bersenandung merdu
sama seperti hujan waktu pertama kamu genggam tanganku
segera!
bergegaslah kamu keluar
jangan sampai Pak Pos mengira kamu tidak ada
bisa-bisa dia lewat begitu saja
kemarin-kemarin aku menitipkan pesan
aku bilang harus diserahkan langsung pada kamu
tidak boleh diperantarakan
sana! sana!
Pak Pos sudah datang
dia akan menyampaikan apa yang aku bilang
cerita tentang sebuah rindu
yang aku rajut menjadi selimut penghangatmu

Friday, 31 August 2012

Marionette(mu)



Perkenalkan
Aku Marionette(mu)
Siap melayani

Aku terbuat dari kayu
Kemudian dipakaikan baju
Supaya tidak melanggar pornografi yang kini sudah dibuat UU
Tanganku diberi tali, badanku juga
Tali kendali supaya gerak-gerikku dikuasai
Dengan begitu aku tidak liar sesuka hati

Tidak bebas?
Memang
Tapi apa itu bebas?
Bisa melakukan apapun tanpa perlu perintah ini-itu?
Lalu apa kamu bebas?
Ha-ha-ha-ha...

Mari sini, main dengan aku
Permainkan aku
Tarik tali-temaliku
Angkat tanganku!
Goyangkan badanku!
Ayun aku!
Sesuka kamu

Protes bukan bagian hidupku
Bukan takdirku

Takdirku adalah diam
Melakukan
Mengikuti tarikan
Memuaskan kamu, egomu
Supaya kamu puas karena tahu
di tengah dunia yang tak bisa kamu kendalikan,
kamu bisa mengendalikan aku

Mari sini....
Kita bermain
Karena aku marionette(mu)
Siap melayani

Tuesday, 28 August 2012

Dengarkan Aku

Dengarkan aku
Aku sedang bernyanyi
Meski tidak mengerti nada
Irama lagi birama
Siapa bilang suara sumbang tidak boleh bernyanyi?
Ini bukan senandungan
Tetapi sebuah panggilan
Kamu dengar?
Aku memanggil aku,
kamu,
kalian,
mereka...
Mari sini, kemari
Merapat pada Hujan ini
Merapat mesra,
aku mau bercerita
Tentang aku,
kamu,
kalian,
mereka...
Yang tidak dilihat oleh kita sebelumnya
Yang tidak diraba suara hati tidak berpendirian
Di sini, jangan kamu cari kemapanan

Saturday, 25 August 2012

Penghangat Hati

Sesekop Es krim
Di siang panas
Perlahan mencair
Babak-belur, disengat
Matahari nakal
Es krim dingin
Penghangat hati
Nikmat sekali

Wednesday, 22 August 2012

Burung-Burung Kertas

berjam-jam,
melipat berlembar-lembar kertas
mengambil bentuk cantik
burung-burung kertas

seribu, jumlahnya tepat seribu
tidak kurang satu
aku buat seribu
karena tidak cukup bila cuma satu

burung kertas terlampau rapuh
kamu sobek saja, ia tidak lagi berbentuk
belum resiko angin, dan sambaran petir
aku ngeri membayangkan nasib burung-burung kertasku

adakah di antara mereka yang bisa bertahan,
kalau aku terbangkan?
aku ingin mereka mengantarkan pesan
ke surga tempat di mana Tuhan (katanya) tinggal

aku harap satu di antara mereka selamat
tuntas menjalankan misinya
aku harap mereka semua selamat
mereka semua, seribu itu!

ya, seribu!
seribu burung kertas di surga
mengantarkan harapanku pada Tuhan
mungkin ada baiknya sesekali surga diberi keributan

Saturday, 11 August 2012

Disharmoni

seekor burung tidak bisa hidup dalam air
ia akan kehabisan napas
kebanyakan menenggak air
kemudian berakhir mati

seekor ikan tidak akan bertahan di atas daratan
ia hanya akan dirantai kebingungan,
bagaimana caranya melakukan pernapasan?
akhirnya ia pasrah, menemui ajal

setitik debu tidak pernah dibiarkan bertahan di antara hiasan
ia cuma dianggap pengganggu
perusakan harmoni keindahan yang (terlalu) teratur
selanjutnya, ia dibersihkan

seonggok sisa makanan tidak mungkin diletakkan di antara hidangan
merusak selera makan!
sisa makanan adalah sampah
maka ia berakhir di pembuangan

setetes air tidak bisa menang di antara kepungan bara api
begitu pula sebaliknya
sepercik api langsung padam dihantam aliran bah
jangan menyatukan keduanya

seorang manusia gila tidak mungkin dibiarkan berkeliaran
hidup bersama sekumpulan dewa-dewa pintar yang luput dari kesalahan
ia harus disingkirkan
nasibnya, berakhir di pengasingan

Friday, 10 August 2012

Untuk Kamu yang Berkata Rindu,

simpan rindumu
dalam kantong yang terjalin
dari dedaunan kering
biarkan dia berbaring
bersama harapmu
agar aku tidak pergi terlalu sering
biarkan tetap hangat
sampai aku pulang kepada
genggamanmu yang membuatku tersesat

Monday, 6 August 2012

Ambisi Sang Katak

seekor katak
di pinggir kolam
memandang ke atas
mendamba bulan
di mata sang katak
bulan betul-betul dewi malam
bukan benda langit berongga
yang hanya tahu memantulkan cahaya
sementara dirinya sendiri
tak punya apa-apa

katak jatuh cinta
pada bulan yang anggun baginya
ia seekor katak tua,
tapi rasanya kembali jadi remaja
ada-ada saja

ia ingin mengirimkan kata cinta
maka ia bernyanyi
merangkai gita cinta
mencoba menggoda bulan
supaya jatuh hati padanya
bulan bersinar redup,
malu-malu
ia tak biasa dipuja katak
biasanya ia dipuja pria yang sedang mencoba merayu wanitanya

katak bernyanyi,
bulan semakin bersemu
malu-malu
kali ini katak merasa betul-betul
menemukan tambatan hatinya
ia ingin memiliki bulan
untuk dirinya sendiri

katak berpikir, bagaimana caranya?
ia harus menghampiri bulannya

maka katak melompat
setinggi mungkin demi bisa mencapai bulan
ia ingin pergi ke tempat bulan berada
menunggunya
katak melompat,
terus melompat
tak dipedulikannya lelah
bulir keringat mengalir di kulit hijau berlendirnya

malam semakin turun
fajar hampir tiba
waktu katak tidak banyak lagi
dan ia masih saja melompat
tidak mau menyerah
di matanya,
bulan menunggu dengan cantik di atas sana
menunggu untuk dimiliki olehnya

bulan semakin memudar
seolah langit memisahkan mereka,
dan mentari tidak rela
jika katak bersanding dengan bulan
katak semakin tergesa-gesa
waktunya kini sempit
ia terus melompat, melompat
dan melompat
katak tidak peduli
kalaupun lompatannya tak pernah cukup tinggi
ia hanya peduli
sang bulan yang ingin ia miliki

Sunday, 5 August 2012

Tirai-Tirai Sunyi

tirai-tirai sunyi
di jendela
bergantung, berjejer
rapi, berbahan manik-manik
berwarna coklat
bukan coklat pekat,
tapi warna kayu yang hangat
sehangat sebuah genggaman
di kala tangan membeku karena hujan

tirai-tirai sunyi
setia bertengger di jendela
sesekali menari dipermainkan angin
mencoba berbahasa tanpa suara
menggodaku,
ia tahu aku sedang memandanginya
tirai-tirai genit

tirai-tirai sunyi
tak pernah beranjak dari jendela
diam-diam menyimpan rahasia
mereka tahu segala cerita
impian yang memacuku
termasuk obrolanku dengan langitpun,
mereka curi dengar
tirai-tirai nakal

tirai-tirai sunyi
tempatku sesekali berbagi mimpi
mereka diam, patuh, mendengarkan
tak pernah mencemooh, tak pernah menyangsikan
tirai-tirai pengertian

tirai-tirai sunyi
menyerap rindu, tawa, dan air mata
tak pernah ikut bercerita
hanya diam mendengarkan
tak pernah ingin berkomentar
hanya mengangguk penuh pengertian
entah mengangguk atau dipermainkan angin
tirai-tirai tanpa kepalsuan

tirai-tirai sunyi di jendela,
malam ini mari kembali berbagi mimpi

Bulan yang Takluk

bulan merunduk
muram, merajuk
pantulan sinarnya keruh
keanggunannya ia tinggalkan jauh
sebabnya:
ia takluk
oleh mentari yang tak mampu ia peluk

Friday, 3 August 2012

Untuk Lelaki yang Menanti Hujan,

malam ini aku datang sebentar
menjengukmu sekadar
tapi tidak bisa temani hingga fajar
maaf
aku harus pergi
jangan coba kau tahan
aku harus pergi
biarkan aku jatuh sebagai tetesan
merasuki butir-butir tanah
menjadikannya basah
tapi aku janji
aku cepat-cepat kembali
ke laut atau ke sungai
mencari matahari esok hari
minta dimantrai
menguap ke langit menjadi awan
awan mendung bergulung-gulung
kemudian jatuh di hadapanmu sebagai hujan
menyapamu esok hari
masih aku yang sama...


Thursday, 2 August 2012

Tuhan, Aku Mau Layang-Layang

Tuhan, aku mau layang-layang
untuk ku ikat permohonan
ku terbangkan,
ku pasrahkan pada angin
terserah setinggi apa ia mau membawanya pergi
layang-layang sepasrah pengantin

Tuhan, aku minta layang-layang
satu saja, tidak perlu lebih
tidak perlu berhias
asal berwarna cerah
jaga-jaga saja
kalau-kalau kamu salah mengenalinya

Tuhan, beri aku layang-layang
satu saja cukup
untuk ku ikat permohonan
ku terbangkan, tinggi
mendekatiMu
supaya kamu bisa mengulurkan tangan, mengambilnya